HomeAppetizerGrab Dikabarkan akan Mendapat Pendanaan Sekitar $1,5 Miliar

Grab Dikabarkan akan Mendapat Pendanaan Sekitar $1,5 Miliar

Grab Bike melintas di Jl. Sudirman, Jakarta | Aulia Masna

Grab, platform layanan ride-hailing asal Malaysia, dikabarkan tidak hanya akan segera menerima pendanaan baru sebesar lebih dari $1.5 miliar (sekitar 20 triliun rupiah) dari Softbank dan beberapa investor lain, namun juga akan melakukan ekspansi dan investasi yang amat sangat ambisius.

Bloomberg memberitakan perusahaan komunikasi Jepang SoftBank akan memimpin pendanaan Seri G ini dengan jumlah sekitar $1 miliar. Sebelumnya, Grab telah memperoleh pendanaan di September 2016 sejumlah $750 juta yang menaikkan valuasi Grab menjadi lebih dari $3 miliar. Softbank dan Grab sendiri belum berkomentar tentang ini. Nilai yang akan diterima Grab disebutkan dapat menjadi rekor baru untuk jumlah pendanaan sebuah startup di Asia Tenggara.

Baru-baru ini Grab mengumumkan beberapa langkah investasi dan ekspansi yang cukup signifikan. Pada 21 Maret 2017 Grab mengumumkan ekspansi terbarunya ke Myanmar yang merupakan ekspansi pertama Grab dalam kurun waktu hampir tiga tahun. Dengan kehadirannya di Myanmar, Grab kini tersedia di tujuh negara di Asia Tenggara.

Selain itu, Grab juga membuka pusat riset dan penelitian baru di dua kota, yaitu Bangalore, India, dan Ho Chi Minh, Vietnam. Hadirnya pusat riset Grab di Bangalore mempersengit persaingannya dengan Go-Jek yang walaupun hanya mengoperasikan layanannya di Indonesia, sudah memiliki fasilitas serupa di kota tersebut melalui akuisisi tiga perusahaan teknologi di sana dalam beberapa tahun terakhir. Adanya dua fasilitas riset baru itu berarti kini Grab telah memiliki enam pusat riset termasuk di Beijing, Jakarta, Seattle, dan Singapura. Dalam dua tahun ke depan Grab berencana untuk menambah 800 tenaga riset baru di enam kota tersebut.

Grab juga telah berkomitmen untuk menginvestasikan $700 juta di Indonesia dengan $100 juta ditujukan pada investasi di startup layanan financial dan mobile. Investasi ini memang sangat ambisius dan didasari oleh pertumbuhan bisnis Grab di Indonesia sebesar 600 persen sepanjang tahun 2016. Selaras dengan misi tersebut, sempat beredar kabar bahwa Grab telah membeli aplikasi pembayaran online Kudo di awal Februari 2017, walaupun hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak.