HomeAppetizerGarena Mendapatkan Pendanaan Baru $550 Juta dan Berganti Nama Menjadi Sea

Garena Mendapatkan Pendanaan Baru $550 Juta dan Berganti Nama Menjadi Sea

Garena Berganti Nama menjadi Sea | Linda Chan / Recap

Garena, startup shopping dan games online berbasis di Singapura, hari ini mengumumkan pendanaan baru yang diperoleh sebesar $550 juta (sekitar 7,4 triliun rupiah). Garena juga mengumumkan pergantian nama menjadi Sea Ltd. Startup yang didirikan Forrest Li pada tahun 2009 silam ini memiliki bisnis online game bernama sama, Garena; operator e-commerce Shopee; dan juga layanan pembayaran digital Airpay.

Pendanaan terbaru ini datang dari beberapa pihak, yakni GDP Venture dari Indonesia di bawah Martin Hartono, JG Summit Holdings milik milyarder Filipina John Gokongwei, Farallon Capital Management, Hillhouse Capital, Cathay Financial Holding Co., serta Uni-President Enterprises Corp. dari Taiwan. Pendanaan terakhir Garena sebelumnya adalah di bulan September 2016 namun saat itu jumlahnya tidak diumumkan. Para investor saat itu berasal dari Singapura yakni SeaTown Holdings International, GDP Venture dari Indonesia, serta Jepang dengan Mistletoe. Pendanaan sebelumnya adalah di Maret 2016 sebesar $170 juta yang membawa Garena ke valuasi senilai $3.75 miliar saat itu, terbesar di Asia Tenggara. Valuasi terbaru Sea saat ini dengan pendanaan terbaru ini tidak diungkapkan.

Sea berencana menggunakan sebagian besar dari pendanaan terbaru ini untuk ekspansi Shopee di Indonesia. Shopee, menurut Sea, telah meningkatkan nilai gross merchandise value (GMV) tahunan sebesar lebih dari dua kali lipat dalam sembilan bulan terakhir, senilai lebih dari $3 miliar. Sea menghadapi kompetisi dari Alibaba yang mengakuisisi Lazada di tahun 2016 lalu dan juga JD.com yang dikabarkan segera berinvestasi di Tokopedia untuk memacu bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Investor utama Sea, Tencent, merupakan pesaing utama Alibaba di negara asalnya, Tiongkok.

Selain penggunaan pendanaan terbaru, Sea juga menunjuk tiga advisor baru, yakni George Yeo (bekas Menteri Luar Negeri Singapura), Mari Pangestu (bekas Menteri Perdagangan Indonesia), dan Pandu Sjahrir (direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk). Tiga advisor ini diyakini akan besar peranannya dalam membantu ekspansi Shopee di Indonesia.

Sea dikabarkan akan segera melakukan initial public offering (IPO). Januari lalu, Sea telah menunjuk Goldman Sachs Group Inc. untuk memimpin persiapan. Kemungkinan besar Sea akan memilih Amerika Serikat sebagai tempat untuk IPO, dan diperkirakan akan mendatangkan dana baru sebesar $1 miliar.