HomeMain CourseStockshot.ID Menghadirkan Marketplace Konten Video

Stockshot.ID Menghadirkan Marketplace Konten Video

Peluncuran Marketplace Konten Video Stockshot.ID, dari ki-ka: Saptono Ariyanto (CEO, Stockshot.ID), Fauzan Hamdi (VP Product, Stockshot.ID), Rudiantara (Menteri Kominfo), Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Diyan Surya (VP Marketing, Stockshot.ID) | Linda Chan/Recap

Stockshot.ID, online marketplace yang menyediakan konten berupa video footage, video pendek, dan video seri, melakukan peluncuran resmi layanan mereka, Kamis (10/8), bertempat di co-working space GoWork, Thamrin, Jakarta. Turut hadir dalam acara peluncuran Stockshot.ID adalah Menteri Kominfo Rudiantara dan Kepala BEKRAF Triawan Munaf.

Stockshot.ID memposisikan diri sebagai hub dan etalase untuk footage video yang berfokus khusus di Indonesia. Latar belakang pendirian Stockshot.ID adalah keinginan untuk mewadahi dan menjadi jembatan bagi para kreator konten video di Indonesia.

“Kami ingin mempertemukan para video creator dengan para pembeli baik korporasi maupun individual di Stockshot.ID. Intinya: Loe Rekam, Gue Jual”, ujar Diyan Surya, VP Marketing Stockshot.ID

Stockshot.ID sebenarnya telah melakukan soft launch pada Mei 2017 dan hingga sekarang, sudah ada 13 kontributor dan 96 pengguna. Jumlah konten yang sudah dimiliki saat ini mencapai 2000 video footage, 63 video pendek, dan 234 video seri atau episode. Kontributor yang bergabung di Stockshot.ID memiliki beragam latar belakang, dari rumah produksi hingga ahli biologi kelautan dan psikolog. Jenis konten yang ditawarkan juga beragam mulai dari budaya, wisata, alam, kuliner, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Konten yang disediakan Stockshot.ID dikurasi dengan cermat. Hal ini bukan tanpa alasan kuat. Stock footage merupakan ranah dengan konten yang nyaris tak terhitung jumlahnya. Isu pencurian dan pemalsuan pemilik konten asli bukan isu sepele, sehingga Stockshot.ID pun sangat berhati-hati. Selain merancang sistem keamanan yang memadai pada platformnya, kontributor juga diwajibkan memberikan data diri yang lengkap dan valid serta memberikan jaminan konten yang disediakan adalah konten asli milik kontributor.

Jumlah kontributor Stockshot.ID yang saat ini baru mencapai 13 memang masih tergolong kecil. Jika dibandingkan dengan Getty Images yang berdiri sejak 1995, atau Shutterstock (2003), memang Stockshot.ID boleh dikatakan belum memiliki “nama” di industri ini, namun startup ini telah memiliki pembeli dengan nama besar, seperti stasiun TV NHK (Jepang) dan Garuda Indonesia.

 

Harga Berdasar Konten

Konten yang ada di di platform Stockshot.ID dikategorikan ke dalam tiga macam yaitu footage, video pendek, dan video seri. Kualitas konten tersebut juga tersedia dalam tiga kelas, yaitu SD, HD, dan 4K. Untuk pembelian konten, disediakan dua macam jenis yaitu single dan deposit. Single menggunakan metode transaksi jual beli konvensional dengan konten footage  masing-masing ditawarkan seharga US$ 25 (SD), US$ 45 (HD), dan US$ 95 (4K). Sedangkan untuk konten video seri dan video pendek tergantung permintaan dan negosiasi langsung dengan kontributor melalui Stockshot.ID sebagai perantara.

Sistem deposit merupakan semacam paket dengan nilai berkisar dari US$ 250, US$ 360, dan US$ 570. Pembeli paket sistem deposit dapat membeli konten dalam tiga jenis kelompok paket tersebut yakni 10 footage kualitas SD, 8 footage kualitas HD, atau 8 footage kualitas 4K dan HD. Paket sistem deposit ini memiliki masa pemakaian selama setahun, sehingga pembeli paket dapat lebih fleksibel memilih konten yang ingin digunakan sesuai kebutuhan.

Model bisnis Stockshot.ID dengan kontributor adalah berdasarkan pembagian pendapatan yang ditetapkan sebesar 50:50. Porsi kontributor yang diserahkan dalam skema revenue sharing ini terlihat cukup besar namun Stockshot.ID menyatakan optimis dengan angka tersebut. Optimisme tersebut mungkin didukung dengan positioning Stockshot.ID sendiri yang merupakan pionir marketplace konten video di Indonesia.

Potensi pasar stock footage sendiri makin meningkat. Data dari Association of Commercial Stock Image Licensors (ACSIL) menunjukkan tren pemakaian stock footage dari tahun 2007 hingga 2014 mengalami peningkatan dari US$ 282 juta ke US$ 552 juta atau sebesar hampir 96%. Potensi besar inilah yang diincar oleh Stockshot.ID.

 

Latar Belakang Stockshot.ID

Umur Stockshot.ID memang masih terhitung muda. Namun, tim di belakang Stockshot.ID sebenarnya bukanlah pemain baru. Sebelum ini pernah hadir sebelumnya IndonesiaStockshot.com di tahun 2014 yang diprakarsai oleh Tjandra Wibowo, yang pernah berkarir di stasiun televisi TVRI dan SCTV. Seperti Stockshot.ID saat ini, kala itu IndonesiaStockShot.com juga memakai harga dalam dolar Amerika. Pemakaian tersebut bukan tanpa alasan jelas. Mereka menilai pemasangan harga dalam kurs dolar Amerika dapat mengakomodir dengan mudah standar skema royalty-free yang digunakan, sehingga gampang beradaptasi terhadap kebutuhan komersial atau editorial. Selain itu juga memudahkan pengguna skala global untuk membeli konten di platform mereka.

Tjandra kini memiliki production house yang berfokus di dokumenter dan masih sering menjadi juri festival dokumenter. Selain Tjandra Wibowo ada pula mantan jurnalis Neneng Herbawati yang pernah menjabat sebagai Managing Editor di Bisnis Indonesia. Neneng yang juga terlibat dalam Indonesia Stockshot kini adalah CEO IGIco, perusahaan bidang konsultasi strategi bisnis dan komunikasi. Dengan latar yang telah disebutkan, dunia stock footage bukanlah dunia asing untuk Neneng maupun Tjandra. CEO Stockshot.ID sendiri adalah Saptono Ariyanto yang pernah berkarir di digital Astra, Compaq, dan Hewlett Packard.

Stockshot.ID saat ini belum didanai investor namun mereka membuka lebar pintu untuk kemungkinan pendanaan tersebut untuk pengembangan lebih lanjut. Rencana ke depan meliputi penyempurnaan dan pengembangan platform, pengembangan API, serta pembuatan aplikasi mobile untuk menjangkau lebih banyak pengguna dan kontributor. Untuk saat ini, fokus mereka adalah menambah jumlah mitra kontributor dari berbagai lembaga audiovisual dan komunitas hobi dengan tujuan menambah keragaman konten.

“Kami masih meraba pasar footage video dan juga melakukan penyempurnaan fitur. Kita lihat perkembangannya hingga akhir tahun,” pungkas Fauzan Hamdi, VP Product Stockshot.ID.

Post Tags