HomeAppetizer4 Hal Utama Dari Google Untuk Menjadikan Indonesia Poros Digital Asia Tenggara

4 Hal Utama Dari Google Untuk Menjadikan Indonesia Poros Digital Asia Tenggara

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, memberikan kata sambutannya | Fadhilah Hasna Athaya

Setelah memperkenalkan Google Lounge di gedung baru Menara Kibar beberapa waktu lalu, Google Indonesia mengemukakan komitmennya untuk terus mendukung rencana presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia menjadi poros digital terkuat di Asia Tenggara.

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, memberikan kata sambutannya kala itu (19/7) mewakili Google bahwa transformasi digital Indonesia adalah misi besar yang wajib diiringi dengan seksama.

“Ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke markas besar kami di California pada tahun lalu, kami mengumumkan komitmen kami untuk melatih hingga 100.000 mobile developers Indonesia di tahun 2020 nanti,” kata Tony. Kini pihaknya dengan bangga mengumumkan progres positif menuju ke target tersebut.

Ada empat hal utama yang Google Indonesia lakukan untuk membantu merealisasikannya. Yang pertama ialah pelatihan langsung, termasuk di antaranya mengirim startup lokal yang berkompeten ke Launchpad Space di San Fransisco untuk menerima pembinaan selama dua minggu dari berbagai ahli yang berasal dari seluruh dunia. Google Indonesia telah mengirimkan 20 startup ke Amerika Serikat untuk mengikuti program Launchpad Accelerator selama dua minggu. Setiap startup yang diberangkatkan turut menerima pendanaan bebas saham sebesar $50.000 (atau sekitar 660 juta Rupiah), dari total $1,1 juta.

Hal kedua ialah keterlibatan Google Indonesia dalam menghelat pelatihan secara online. Pihaknya telah menerjemahkan materi kursus dari Udacity untuk diterapkan ke developer di Indonesia agar pelajaran coding lebih mudah dicerna.

Hal ketiga ialah kursus offline yang mensinergikan kurikulum mata kuliah sains komputer di tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi. Google mengklaim telah bekerja sama dengan 17 universitas dan diharapkan ada sekitar 100 universitas terdaftar di musim gugur ini. Dalam pengakuan Tony, Google Indonesia telah menjalankan workshop online dan offline sebagai bagian dari rangkaian program Indonesia Android Kejar yang telah digalakkan di delapan kota di Indonesia.

“Sepanjang tahun 2016 kami telah melatih 3.311 pemuda Indonesia di delapan kota sebagai bagian dari program IAK. Dan tahun ini target kami ialah melatih 12.000 pemuda lainnya. Jika dihitung dengan pelatihan developer dan kursus online, total angkanya melebihi 20.000 sejak tahun 2016,” papar Tony. Dan pada bulan Mei lalu Google juga mengumumkan kemitraan bersama Udacity untuk menyediakan 500 beasiswa untuk program Android Associate Developer Fast Track

Terakhir, sebagai tambahan dari program-program tersebut, pendekatan Google Indonesia lainnya berbentuk investasi ke fasilitas seperti Google Lounge yang berada di Menara Kibar, Jakarta Pusat. Google Lounge akan difokuskan sebagai wadah untuk menciptakan komunitas dan memperkuat eksosistem startup di Indonesia.

Google Lounge ini mungkin tidak luas, kata Tony, tetapi merupakan langkah penting untuk mencapai misi mulia ini. Secara pribadi Ia berharap dapat melihat ide-ide diformulasikan di sini untuk dapat direalisasikan di kehidupan sehari-hari.

“Kesimpulannya, kami ingin mengucapkan terima kasih untuk kehadiran dan dukungan bapak Menteri (Menkominfo RI Rudiantara). Kami berbagi visi yang sama untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital di Asia Tenggara dan akan terus menyediakan keahlian serta talenta terbaik yang dibutuhkan,” tutup Tony.

Written by

A skillfull procrastinaut.