HomeAppetizerBI Hentikan Layanan BukaDompet, Tokocash, Paytren dan ShopeePay

BI Hentikan Layanan BukaDompet, Tokocash, Paytren dan ShopeePay

money-931423_1280

UANG ELEKTRONIK YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK TRANSAKSI DENGAN MERCHANT LAIN HARUS IZIN BI| PIXABAY

Bank Indonesia (BI) menghentikan layanan uang elektronik beberapa e-commerce karena belum memiliki izin. Layanan uang elektronik itu adalah Tokocash milik Tokopedia, yang dihentikan sejak 13 September 2017. Layanan lain adalah ShopeePay milik Shopee per 18 September 2017, BukaDompet milik Bukalapak mulai tanggal 2 Oktober 2017, dan Paytren.

Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengatakan saat ini sejumlah lembaga penerbit uang elektronik sudah dalam tahap proses pengajuan izin ke BI. Jika perusahaan sudah memenuhi persyaratan maka layanan bisa diaktifkan kembali.

Persyaratan yang dimaksud adalah kesiapan sistem teknologi informasi (TI) penyedia layanan. Sistem TI yang disyaratkan BI harus independen dan aman untuk konsumen. Melalui Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik, penerbit uang elektronik wajib mendapatkan izin dari BI jika floating fund mencapai 1 miliar Rupiah, apabila kurang dari itu maka tidak wajib mendaftar.

Menurut BI transaksi yang dilakukan oleh keempat perusahaan tersebut sifatnya melibatkan merchant lain, seperti bisa membayar tagihan listrik, pulsa telepon, membeli tiket kereta, dan sebagainya. Intinya selama uang itu bisa dipakai berbelanja di pihak lain, harus mendapat izin BI.

Sebenarnya selain Tokocash, ShopeePay, BukaDompet dan Paytren, ada satu layanan lagi yang disebut BI belum mengantongi izin, yakni GrabPay. Pihak Grab sendiri diberitakan bahkan belum mengajukan izin. BI akan segera meminta keterangan dari pihak GrabPay terkait hal ini.

Berbeda dengan layanan uang elektronik di atas, Go-Jek dalam mengembangkan layanan Go-Pay mengakuisisi PT MVCommerce Indonesia, pada Oktober 2016. Perusahaan rintisan bidang pembayaran bernama PonselPay itu sudah mengantongi izin dari BI sejak 17 Juni 2014. Kini, perusahaan itu berganti nama menjadi PT Dompet Anak Bangsa.