HomeMain CourseTren Transaksi Emas Online di Tanah Air yang Semakin Berkilau

Tren Transaksi Emas Online di Tanah Air yang Semakin Berkilau

Investasi emas telah menjadi primadona sejak dahulu, kini giliran tren transaksi emas online. | Pixabay

Belakangan ini transaksi emas online mulai marak di ranah digital, kita telah mengetahui Orori yang menawarkan layanan jual, beli, titip emas. Lalu Bukalapak baru-baru ini memiliki BukaEmas, PT Antam sebagai perusahaan penambang emas juga kabarnya memiliki platform online milik sendiri. Kini yang terbaru ada Tamasia (Tabungan Emas Indonesia) yang menawarkan layanan yang mirip-mirip dengan e-commerce sebelumnya namun mengadopsi sistem syariah. Ada pula Pinjam, yang melebarkan layanannya membuka kanal gadai emas.  

Pergeseran ini bukan hal yang mengejutkan karena belanja emas sudah menjadi salah satu pilihan investasi yang akrab dan teredukasi dengan baik di tengah masyarakat. Ditambah makin meleknya masyarakat dengan perkembangan teknologi, investasi emas membuka potensi pasar baru dari kemudahan yang ditawarkan. 

Pangsa pasarnya pun masih sangat besar. Secara global, berbagai perubahan di belahan dunia membuat investasi emas meningkat. Demikian juga di Indonesia mengingat para ahli memperkirakan harga emas akan terus meningkat hingga 10 tahun ke depan di sini.

Tamasia tawarkan layanan dengan sistem syariah, untuk pembeda dan rebut pasar

Lima tahun lalu, agak sulit bagi masyarakat Indonesia untuk mencari pilihan layanan investasi syariah. Sungguh ironis karena dengan jumlah yang lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia adalah negara dengan umat Muslim terbesar di dunia.

Beruntungnya beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak lembaga keuangan yang menawarkan layanan investasi syariah, meskipun begitu jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan permintaan masyarakat yang kian meningkat.

Berdasarkan data pemerintah tahun 2017 dari sektor perbankan, pangsa pasar syariah hanya tercatat 5,3% dibanding aset perbankan konvensional. Untuk sektor kredit/pembiayaan hanya 5,8%, dan dana pihak ketiga (DPK) hanya 5,9 persen saja. Lalu di sektor investasi lebih rendah lagi, hanya 4,12%.

Hal ini lah yang mendorong para startup mulai hadir di tengah trem investasi yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia, dan membawanya ke ranah teknologi dengan harapan memberi kemudahan bagi pengguna.

Tamasia, misalnya. Startup ini menawarkan platform aplikasi digital yang tersedia versi Android dan iOS untuk memfasilitasi jual, beli, titip, dan simpan emas yang dijalankan dengan sistem syariah. Hadirnya aplikasi ini jelas meramaikan tren investasi emas, sekaligus menambah pilihan investasi syariah di tanah air. Tamasia baru saja diperkenalkan ke publik pada tanggal 11 Oktober kemarin.

Tamasia mengklaim mampu memberikan layanan kemudahan bagi pengguna dalam hal jual beli emas, titip emas dan simpan emas kapan pun dan di mana pun. Fitur yang ditawarkan ada dua: Beli Berkala, dan satu lagi adalah Beli Suka-Suka yang rencananya akan diluncurkan awal tahun depan.

Transaksi  yang dijalankan berdasarkan aturan syariah. Mengenai hal ini lebih lanjut CEO Tamasia Muhammad Assad menjelaskan prinsip syariah adalah transparan, adil, tidak memberatkan. Ia menambahkan rujukan sistem yang dipakai adalah fatwa DSN MUI 77 tentang murabahah emas yang mengatur transaksi jual beli emas secara tidak tunai.  

Menurut aturan tersebut pihak penjual sudah membeli barangnya lebih dahulu sebelum ditawarkan ke calon pembeli. “Kita beli dulu emas dari Antam misalnya harganya A. Kemudian kita jual dengan harga A plus X. X itu marginnya, dan harus ditunjukan itu ke pelanggan harga beli dan marginnya,” papar Assad. Dengan begitu pelanggan tahu harga pokok, dan keuntungan yang diambil Tamasia,

Transaksi emas Tamasia yang berprinsip syariah juga tidak memberatkan pembeli. Assad menjelaskan bahwa pembeli dapat membatalkan transaksi kapan saja dan Tamasia akan mengembalikan uang pembeli. “Ada banyak shariah compliant lain yang akan diaplikasikan secara perlahan,” lanjut lulusan Master Ekonomi Syariah dari Hamad Bin Khalifa University ini.  Suplai emas sendiri didapatkan dari PT Antam yang akan menjadi tempat safe deposit emas yang pengguna beli melalui Tamasia. Tamasia hanya bertindak sebagai medium untuk mempercepat proses pembelian emas.

Selain mempromosikan layanannya melalui media sosial Tamasia juga menyediakan sistem reseller. Saat ini sudah ada sektar 500 reseller yang tergabung dengan Tamasia. Komisi Reseller didapat dari komisi bagi hasil margin.

Pinjam juga lebarkan sayap dengan memasuki pasar gadai emas

CEO PINJAM TEGUH ARIWIBOWO | HESTI PRATIWI/RECAP

Pinjam, perusahaan teknologi yang menyediakan platform online pinjaman dana cepat dengan taksiran tinggi dan kredibel, menggandeng Columbia Cash & Credit sebagai salah satu mitra strategis mereka. Layanan Gadai Emas hadir di gerai Columbia Cash & Credit sebagai alternatif solusi kebutuhan dana cepat untuk perorangan maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebagai perusahaan teknologi finansial, layanan gadai emas dari Pinjam sudah mengantungi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam peraturan OJK (POJK) Nomor 31/POJK.05/2016.

Bagi Pinjam, kerja sama dengan Columbia Cash & Credit cukup krusial karena tentu aplikasi ini butuh titik dimana masyarakat dapat menggadaikan emasnya. Dengan kerjasama ini, pelanggan dapat mendatangi langsung 16 gerai Columbia yang tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta. Di titik ini, pelanggan kemudian bisa menggadaikan emasnya berdasarkan platform teknologi penaksiran nilai emas yang disediakan Pinjam.

“Taksiran terhadap nilai emas yang kami berikan cukup tinggi yang tadinya nilai taksir hanya 90-92 persen menjadi hingga 94-96 persen, dan dana dapat langsung cair real time karena kami telah bekerja-sama dengan bank,” jelas Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam Teguh Ariwibowo kepada Recap saat acara peluncuran (12/10).

Teguh menambahkan pasar gadai emas masih didominasi oleh cara konvensional. Tapi ia percaya dengan melihat pertumbuhan Pinjam sendiri bahwa ada pergeseran perilaku konsumen untuk mulai memanfaatkan teknologi yang bisa memudahkan hidup mereka.

Sejak diluncurkan pada Desember 2015, melalui layanannya yaitu Gadai dan Pinjaman Usaha, hingga akhir tahun 2016 Pinjam telah membantu 2.000 nasabah dan mempunyai 30.000 anggota, khususnya para pelaku UMKM.